Pecinta Burung

Saya adalah pecinta dan penghobi hewan-hewan peliharaan.Saat ini saya memelihara beberapa ekor burung, kenari,cucak ijo,kacer,cendet,prenjak (ciblek),juga cucak jenggot. Selain itu juga beberapa ekor hamster ( peliharaan anak saya ), ayam dan bebek mandarin (6 ekor).
Sebenarnya, saya senang dengan segala jenis binatang peliharaan,tapi karena keterbatasan tempat dan waktu, sementara ini cuma itu saja yang saya pelihara. Mungkin bila waktu dan tempat sudah memungkinkan, akan mulai”gila” lagi tuk menambah koleksi peliharaan…

KENARI

Salah satu koleksi burung peliharaan saya adalah jenis Kenari. Ada beberapa warna koleksi kenari saya, mulai romeo( seperti burung gereja),bond kuning,bond hijau,sunkist,orange dan wortel.
Kalau dibedakan dari jenis, ada beberapa jenis yang saya koleksi,mulai lokal,AF,F1,AF super…. Masih kuat keinginan untuk menambah jumlah koleksi dari sisi jenis, misal Gloster (kenari berjambul),Yorkshire, dan juga jenis kenari merah (red intensive),hitam dsb.

CUCAK IJO

Untuk topik yang satu ini,saya langsung saja ke masalah pemilihan bakalan burung cucak ijo. Karena masalah ini yang sering menjadi kendala bagi para pecinta burung pemula dalam memilih. Kalau dananya cukup,kan bisa beli yang sudah jadi dan mapan,baik mental maupun karakternya,tapi bagi yang masih pemula dan ber-budget mepet, maka beli bakalan di pasar adalah solusinya.Masalahnya,di pasar kadang banyak pedagang-pedagang yang nakal,dengan “menyulap” burung betina jadi jantan, atau masalah baik buruknya burung yang tidak jelas,karena biasanya burung masih dalam kondisi dicampur jadi satu di kandang besar. Atau juga karena kebanyakan pilihan,akhirnya jadi bingung.
berikut adalah artikel tentang memilih cucak ijo yang baik, yang saya kutip dari omkicau.com
MEMILIH CUCAK HIJAU

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung cucak hijau.

Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.

Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

CIRI JANTAN DAN BETINA

Cucak hijau termasuk burung dimorfik, yakni terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. Untuk burung jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam, sedangkan betina hijau.

Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.

Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung maupun di pengepul.

Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua di matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.

Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.

Beda cucak ijo anakan jantan dan betina dilihat dari bagian luar kerongkongan

Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.

Seiring dengan bertambahnya umur, warna hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.

PRENJAK/CIBLEK

Perenjak adalah nama segolongan burung kecil yang lincah dan banyak berkicau. Dahulu, kelompok burung ini dimasukkan ke dalam satu suku (familia) yakni Sylviidae, namun belakangan ini –menurut taksonomi Sibley-Ahlquist yang berdasarkan analisis DNA– suku tersebut dipecah kekerabatannya menjadi Sylviidae (part) dan Cisticolidae.

Perenjak disebut dengan nama-nama umum di pelbagai daerah, seperti prenjak (Jw.), ciblek (Jw.), cinenen (Sd.), cici atau kecici (Btw.), murai (Mly.), dan lain-lain.

Ciri-ciri
Burung ini umumnya berukuran kecil, ramping dan berekor panjang. Panjang tubuh, diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor, kebanyakan antara 10-15 cm; meski ada pula yang lebih dari 25 cm. Kebanyakan berwarna kekuningan, hijau zaitun, atau kecoklatan di punggung, dengan warna keputihan atau kekuningan di perut.

Bersuara nyaring dan resik, perenjak seringkali berbunyi tiba-tiba dan berisik. Beberapa jenis berbunyi keras untuk menandai kehadirannya, sambil bertengger pada ujung tonggak, ujung ranting, tiang, kawat listrik atau tempat-tempat menonjol lainnya.
Kebiasaan

Burung perenjak menyukai tempat-tempat terbuka, seperti wilayah semak belukar, padang ilalang, kebun, pekarangan, tepi sawah dan rawa, tepi hutan dan lain-lain.

Mencari makanannya yang berupa ulat, belalang, capung dan aneka serangga kecil lainnya, yang tersembunyi di antara dedaunan dan ranting semak atau pohon. Perenjak sering dijumpai berpasangan, atau dengan anak-anaknya yang beranjak dewasa.

Jenis-jenis perenjak sering bersarang di rumpun ilalang, semak belukar atau kerimbunan daun perdu. Terkadang sarang ini ‘dititipi’ telur burung wikwik kelabu (Cacomantis merulinus) dan sebangsanya yang bersifat parasit.
Ragam jenis

Beberapa contoh jenis perenjak yang sering teramati di sekitar kita adalah:

Suku Cisticolidae
Perenjak jawa (Prinia familiaris)
Cici padi (Cisticola juncidis)

Suku Sylviidae
Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
Cinenen kelabu (O. ruficeps)
Cica kored (Megalurus palustris)

PERAWATAN PRENJAK

Perawatan burung kecil ini sebenarnya gampang-gampang susah. Apalagi bila kita mendapatkannya sudah dalam kondisi dewasa atau muda hutan (bukan piyikan). Sering para penghobi mengeluh prenjak yang baru dibeli hanya hidup tak lebih dari seminggu lalu mati….
Pakan burung ini di alamnya adalah jenis serangga dan ulat kecil. Jadi bila dipelihara di sangkar,bisa dicoba untuk diberi pakan sejenis,misal kroto dan ulat kandang. Jangan terburu memandikan dengan disemprot,mending berikan wadah cepuk kecil sebagai tempat mandi.Biarkan burung beradaptasi dulu dengan lingkungan yang baru.Jadi kuncinya harus sabar dan telaten.Bila sudah mau tenang dan tidak terlalu nabrak-nabrak ketika didekati,boleh dicoba dimandikan dengan disemprot halus dan pelan.Biasanya dengan perlakuan tsb,dlm waktu 2-3 minggu burung sudah jinak. Terpenting,1 minggu awal,cukup berikan pakan dan minum cukup,tanpa mandi semprot.Bila 1 minggu awal bisa tetap hidup,maka bisa dikatakan 50% prenjak akan selamat.

MEMBEDAKAN JANTAN BETINA

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, bila membeli bakalan prenjak, saya hanya berpatokan pada warna dibawah paruh yang berbatasan dengan leher.Caranya, pegang burung dengan hati-hati,lihat bagian bawah paruh yang dekat dengan leher,bila warnanya HITAM,maka tandanya burung jantan, dan bila warnanya putih atau agak abu-abu, maka tandanya burung betina.

PUNGLOR MERAH

Nah, ini dia primadonanya dunia kicauan. Burung yang saat ini menduduki kasta tertinggi didunia ocehan, baik secara umum,maupun diarena lomba. Bila di area umum,burung ini memiliki harga yang tinggi,baik dewasa maupun yang masih belul bisa makan sendiri dan harus diloloh.Jadi, bisa dikatakan, belum bisa apa-apapun,burung ini sudah dibandrol tinggi, berkisar Rp.400-500 ribuan untuk yang biasa dan Rp.500-1 jutaan untuk yang diklaim berkualitas istimewa.

Burung anis merah dikenal juga sebagai punglor merah,punglor bata dll. Burung berwarna coklat kemerahan dengan kombinasi hitam plus sedikit strip putih dibagian sayap ini termasuk jenis monomorphisme (jantan betina tidak tampak secara visual ), artinya untuk membedakan jenis kelamin burung ini cukup sulit.Jangankan bagi pemula, yang gaek sekalipun dijamin masih ada yang kesulitan untuk membedakan jenis kelamin burung ini.
Di Indonesia, anis merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di Sumatra diperkirakan merupakan pendatang (migran) dari daratan Asia dan kemungkinan terdapat dua ras yaitu ras Zoothera citrina innotata dan ras Zoothera citrina gibsonhilli. Di Kalimantan bagian utara merupakan burung penetap di daerah pegunungan, antara 1000 – 1500 meter di atas permukaan laut dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi yang merupakan ras Zoothera citrina aurata. Di Jawa dan Bali dapat ditemukan sampai ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Ras yang terdapat di Jawa bagian barat adalah

Zoothera citrina rubecula

Zoothera citrina rubeculadan yang ada di Jawa bagian timur dan Bali adalah Zoothera citrina orientis. Kedua ras ini hanya dibedakan dari panjang sayapnya. Penamaan ras Zoothera citrina rubecula dilakukan oleh Gould pada tahun 1836, sementara itu nama ras Zoothera citrina orientis diberikan oleh Bartels Jr. pada tahun 1938. Beberapa ahli burung meragukan perbedaan ras anis merah yang terdapat di Jawa bagian barat dengan Jawa bagian timur dan Bali ini.

Anis merah mencari makan di atas tanah dengan tanaman bawah pohon yang rapat. Sangat aktif mencari makan di bawah bayang-bayang sinar matahari dengan membongkar-bongkar seresah dedaunan untuk mencari serangga, laba-laba, cacing dan buah-buahan yang telah jatuh di tanah. Di Malaysia, anis merah sering teramati memakan buah beringin.

Sarang anis merah berbentuk seperti mangkuk yang dangkal dan tersusun dari akar pohon, daun, dan seresah. Kedua induk aktif membangun sarang yang seringkali dibangun pada ketinggian lebih dari 4,5 meter dan diletakkan pada pohon kecil atau semak. Telur sebanyak dua sampai empat, seringkali tiga, dierami selama 13-14 hari sampai menetas. Setelah menetas, anak dirawat sekitar 12 hari sampai dapat keluar dari sarang. (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed). Terry Gonsolvis (seorang penangkar di Bristol, Inggris) telah berhasil menangkarkan anis merah dari ras Zoothera citrina cyanotus. Arkum (seorang penangkar di Depok, Bogor) telah berhasil menangkarkan anis merah dengan menitipkan telurnya pada burung anis kembang (http://www.kicaumania.org) ( sumber http://www.omkicau/klubburung.com)

PERAWATAN DASAR

Anis merah bisa dipelihara dengan sangkar bulat maupun kotak ukuran 40 x 40 x 60 cm atau bisa juga bulat dengan diameter 30 cm. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibuat dengan diameter 1,5 cm, dengan bahan cabang kayu asam yang keras, permukaan kulit yang agak kasar sehingga bisa untuk mengasah paruh agar tidak runcing. Untuk perawatan harian, anis merah tidak perlu dikerodong dan hanya dikerodong malam hari agar tidak kedinginan.
Pakan untuk anis merah dialam adalah buah-buahan seperti pisang,pepaya dan beberapa bijian, misal biji bunga cempaka. Juga beberapa serangga seperti telur semut, belalang dll, terkadang juga cacing tanah menjadi santapan kesukaan anis merah terutama saat meloloh anakannya.

SERINDIT

Serindit adalah burung-burung dalam genus burung paruh-bengkok Loriculus. Burung-burung ini berukuran kecil dan tersebar di hutan tropis di Asia Tenggara.

Burung serindit umumnya memiliki bulu berwarna hijau dengan ekor yang pendek.Burung ini memiliki kebiasaan aktif memanjat dan berjalan daripada terbang. Saat istirahat, burung serindit menggantungkan badan ke bawah. Pakannya terdiri dari sayuran hijau, buah-buahan, padi-padian dan aneka serangga kecil.

Burung betina biasanya menetaskan antara tiga sampai empat butir telur yang dierami sekitar 18 sampai 20 hari. Populasi Serindit Melayu tersebar di hutan dataran rendah, dari permukaan laut sampai ketinggian 1,300m di negara Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Ciri-ciri

Burung Serindit ialah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah, dan paruh tanpa gigi. Burung Serindit adalah sejenis burung yang terdapat di dalam genus burung serindit Loriculus. Burung ini berukuran kecil, dengan panjang mencapai 12cm. Sebahagian besar bulunya berwarna hijau dengan bulu ekor berwarna merah.

Burung Serindit jantan dan betina mempunyai warna yang serupa. Burung Serindit jantan memiliki bercak kepala berwarna biru dan bercak tenggorokan berwarna merah. Burung Betina berwarna lebih kusam dibanding jantan.
Saat ini, Serindit menjadi salah satu master idola dikalangan penghobi ocehan.Suaranya memang mengasyikkan dan menggairahkan hehehe. Dencing suara serindit jika bisa masuk ke suara murai batu, tentu akan menjadikan suara si murai jadi dahsyat. Sebab, dencing suara serindit yang dibawakan murai batu tentu akan beberapa kali lebih keras ketimbang dibawakan oleh srindit sendiri.
Harga serindit dipasaran sekarang memang belum terlalu mahal, sekitar Rp. 30-50 ribuan saja untuk bakalan, dan kisaran Rp. 75-100 ribuan untuk yang sudah bunyi. Itu standart harga dipasar, kalau yang sudah rajin dan gacor,tentu bisa lain lagi.

KACER


Kacer dikenal juga sebagai Jalak Koci (jawa). Burung ini juga menjadi favorit para kicaumania dikarenakan selain keindahan suaranya juga keindahan gaya berkicaunya yang bisa meliuk-liuk bak penari, dengan sayap serta ekornya yang terbuka semakin menambah ke-eksotisan pesona burung yang satu ini.
Secara umum, kacer dibedakan menjadi 2 jenis, kacer hitam dan kacer putih/dada putih/poci.
Disebut kacer hitam dikarenakan warna tubuhnya yang didominasi warna hitam mengkilap untuk jantan, dan hitam kusam untuk betinanya.Dibagian sayap dan ekornya ada sedikit strip putih, meski ada juga yang hitam pekat. Yang memiliki garis selat putih disayap dan ekor, biasanya disebut dengan kacer gunung, dan yang hitam legam tanpa strip putih, disebut dengan kacer pantai/tambak.
Kacer putih/ dada putih /poci, warna bulunya mayoritas hitam dari kepala,punggung sayap dan ekor, batas leher dan dada hingga perut berwarna putih, strip putih disayap dan ekor menjadi cirikhas yang mudah dikenali.
Membedakan jantan dan betina burung ini cukup mudah. Jantan dicirikan dengan warna hitamnya yang pekat dan mengkilap, sedangkan betinanya berwarna hitam kusam keabu-abuan.

PAKAN

Pakan kacer biasanya berupa serangga,ulat-ulat kecil. Biasanya kicaumania memberikan kroto, jangkrik serta ulat hongkong atau juga ulat kandang.

PERAWATAN

Selain pakan yang benar dan cukup, perawatan keseharian juga menentukan penampilan kacer.
Untuk perawatan dasar,mungkin hampir sama, pagi dimandikan ,bisa disemprot,dimasukkan bak keramba atau diberikan wadah mandi dalam sangkar. Terus setelah mandi kacer dijemur, diberi pakan, lalu setelah dijemur dianginkan ditempat teduh, lalu disimpan.
Yang membedakan mungkin setelan perawatannya, karena setelan ini mengacu pada kebiasaan dan apa yang dimau oleh si kacer itu sendiri. Jadi, kita yang mengikuti kemauan burung,bukan sebaliknya.

Untuk kacer bahan yang kita dapatkan dari pasar, yang perlu diperhatikan adalah perawatan awalnya. Ingat, kacer bakalan,jangan diperlakukan sama dengan kacer yang sudah lama dipelihara manusia. Karena kacer yang baru didapatkan dari pasar, biasanya masih harus beradaptasi dengan lingkungan manusia.Kacer bakalan biasanya masih takut dengan manusia,lingkungan sangkar dll. Kacer cenderung menabrak-nabrak jeruji sangkar dan berusaha kabur. Jadi yang harus kita lakukan dulu adalah memberi kesempatan kacer untuk beradaptasi.Lama proses adaptasi tergantung pada suasana sekitar,perlakuan kita dan mental burung itu sendiri. Untuk mempercepat proses, kita harus memberikan suasana yang tenang sehingga burung tidak merasa terancam dan tenang, yaitu dengan menempatkan burung di lokasi yang tenang. Jangan menempatkan burung bakalan yang masih baru ditempat yang ramai,banyak burung2 lama karena burung yang baru akan merasa terganggu sehingga proses adaptasinya menjadi terganggu juga.
Untuk burung yang masih baru, sebaiknya tidak usah dimandikan dulu,beri makan secukupnya dan usahakan berikan pakan alami dulu, seperti serangga dan ulat, agar tetap bisa makan meskipun dalam kondisi stress.
Patokan saya, biasanya bila burung bisa bertahan hidup dalam 1 minggu awal, biasanya peluang hidup selanjutnya makin terbuka.
Setelah 1-2 minggu awal terlewati dengan selamat, mulai kenalkan mandi , bisa dengan disemprot pelan,memberi wadah mandi didalam sangkar atau di bak keramba.
Lakukan dengan sabar dan telaten, maka biasanya dalam waktu 1-2 bulan, kacer sudah mulai berbunyi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s